Tes Suzuki New Shogun 125


KLIK - DetailJagoan baru Suzuki yang dikenalkan PT Indomobil Niaga International (IMNI) lewat Suzuki Jelajah Negeri 3 nggak bikin puas MOTOR Plus. Padahal, Eka dan Herry Axl ikutan tur besar mereka di tanah Sumatera. Eka start dari Duri Riau-Medan lewat Bukittinggi. Sedang Axl dari Aceh ke Palembang.

Tur panjang yang baru mulai ini, justru bikin penasaran. Pengin tahu persis performa motor yang katanya mengusung teknologi berbeda ketimbang varian terdahulunya.

Pihak Suzuki lewat Joseph Anthony Tan, Instruktur Roda Dua PT IMNI pernah bilang sih. ”Bentuk ruang bakar diperbaiki. Juga camshaft, piston serta kruk as. Tak cuma itu, pembenahan juga dilakoni lewat penerapan teknologi penekan emisi macam throttle switch dan PAIR control valve,” jelasnya.

Makin afdal, berburu brother berkarakter ekstrem untuk mencoba motor ini. Tiap brother, mewakili karakter pengetesan. Langkah awal Em-Plus nyambangi tempat Premature Chopper, yang dihuni Dimas, peturing motor gede yang biasa bawa motor turing Honda NV400, Binter Merzy dan Suzuki GT750 Police.

Pihak kedua, Zefanya Iqbal Siregar alias Fanya Ox’s roadracer dari tim Putra Zidan di Villa Japos, Jakarta. Ia ini sering ikutan ajang road race. Pembalap pemula yang ber-KIS (Kartu Izin Start) Tengerang.

Terakhir, gerombolan freestyler edan yang tergabung di Jakarta Street Bike (JSB). Untuk urusan jajal menjajal ini, mereka mempercayakan dua freestyler andalan mereka, Zaenal ‘Ipin’ Arifin dan Aris ‘Kecil’ Munandar. Yang pertama mukim di Jakarta. Kedua, warga Metro, Lampung.

KOMENTAR FREESTYLER
Ipin: “Saya juga penasaran jajal motor ini. Saat Em-plus meminjami, langsung adaptasi untuk mendapatkan kenyamanan saat nyemplak. Beberapa kali mencoba wheelie dan motor ini termasuk adaptif. Torsi lumayan besar. Buktinya, buat angkat roda, tak temui banyak kendala. Enggak perlu susah payah.KLIK - DetailAris: “Apalagi saya yang beratnya 40 kg. Bener-bener nggak ada masalah menjajal wheelie motor ini. Akh mudah banget! Masuk akal nih, saat lihat data spesifikasi, Shogun lama bisa bermain di 1,1 kg-m/ 6.500 rpm. Sedang Shogun 125 baru, bermain di angka 1,0 kg-m/ 6.000 rpm.”Catatan:
KLIK - DetailAlasan yang dikemukakan dua freestyler ini memang masuk akal. Lihat perbandingan data speknya, torsi New Shogun 125 bisa bermain di 500 rpm lebih awal ketimbang Shogun lama. Tapi bukan berarti enggak ada keluhan, lho! Aris dan Ipin sedikit kecewa sama footstep pengendara yang mudah lepas ketika diajak wheelie.

“Iya nih, karetnya lepas. Apa karena ini motor baru kali ya? Jadi karet dengan besi
footstep belum menyatu,” sahut mereka kompak. Mungkin kali ya?
TES PENGEREMAN
Dua freestyler juga bilang oakley saat diminta ngetes pengereman. Sesuai spesialisasinya, mereka melakukan aksi stoppie pada motor berkode produksi FL 125 ini: KLIK - Detail“Kami geber dalam kecepatan sekitar 60 km/jam. Tak buang waktu, tuas rem depan dibejek keras. Sontak, ban belakang langsung terangkat cukup tinggi. Urusan rem, lumayan ciamik. Meski awalnya kampas rem terasa belum terlalu menyatu,” jelasnya.Komentar Motor Plus: “Ya iyalah, kan yang dikasih pinjem itu motor baru. Wong jarak kilometernya aja masih 0 saat tiba di parkiran kantor Em-Plus,”
ROADRACER BILANG……
KLIK - DetailFanya sang pembalap, melakukan pengetesan soal handling dan power. Sebagai pembanding, dipilih Suzuki Shogun 125 lama alias FD125. “Kalo rasain sih, motor ini beda banget sama Shogun versi sebelumnya,” kata pembalap yang sekarang gabung di tim balap Putra Zidan, Jakarta.Omongannya tentu punya alasan dan dibuktikan dalam tes saat ia melahap tikungan di zona Puri, Jakarta Barat. “Sasisnya lebih jinak daripada Shogun lama. Begitu juga rebound suspensi saat motor diajak lahap chicane (tikungan tusuk konde; red),” sebut pembalap ini.Ia juga mencatat: “Enggak cuma itu, problem miss gear yang sering dikeluhkan pembalap Suzuki juga enggak dirasakan. Perpindahan tiap gigi juga lebih halus. Ini kesan yang baik. Meski injak sedikit aja, gigi udah masuk. Kalau yang dulu sih bisa balik lagi tuh,” kata pembalap berkulit putih ini.
PUTARAN ATAS DAN BAWAH?
Ngomong soal performa mesin versi pembalap, tentu berpengaruhKLIK - Detail sama akselerasi juga. Lihat dari data spesifikasi, New Shogun punya kelebihan angka 0,1 PS/ 7.500 rpm. Artinya, Shogun lama bermain di 9,5 PS/7.500 rpm, sedang New Shogun 9,6 PS/8.000 rpm. “Memang dirasakan tenaga motor ini agak lebih mantap ketimbang Shogun 125 lama. Tenaga di putaran bawah dan atas juga cepat dapat,” yakin Fanya.
PETURING SEPAKAT PENGALAMAN EM-PLUS DI SJN
KLIK - DetailDimas yang doyan jeje’el jauh punya keluhan: “Buat saya, jok terasa sangat licin. Apa karena pakai celana jeans kali ya,” kata Dimas. Di sisi lain, ia komentar kalau ergonominya juga enak dipakai jarak jauh dan cocok juga digeber biker yang berkarakter mengurut gas layaknya peturing. KLIK - Detail“Untuk dijajal jarak jauh nggak bisa memerinci karena belum mengalami, mungkin Em-Plus yang pernah ke SJN kemarin jauh lebih merasakan,” kata Dimas.Eka komentar: “Waktu turing dari Duri ke Medan, saya juga merasakan. Bentuk jok mirip Shogun 125 lama. Bagian pantat belakang kehalang sama lekukan antara jok pembonceng dengan pengendara. Gaya berkendara agak terbatas sesuai jok. Mungkin akan lebih enak lagi jika perbedaan tinggi jok dibuat lebih mundur ke belakang.

   
Reporter : < None >
Fotografer : M. David Srihanokomotorplus-online.com

Freestyler Ikut Sinetron


Selain manggung di event berbau roda dua, para freestyler sudah merambah ke dunia lain. Order menjadi peran pengganti bikin kantong tebal. “Udah beberapa kali nongol di tipi. Dikontrak sama Multivision Plus untuk beberapa adegan freestyle. Kemarin main untuk Cowok Lu Cowok Gue Juga,” jelas Anton, koordinator Jakarta Street Bike (JSB).
jsbflyingstopiestopie silang
Anggota diminta untuk mengganti pemeran utama di tongkrongan bikers. “Jadi pemeran utamanya bergaya di depan sohibnya, untuk adegan berbahaya kita yang gantiin,” jelas pria yang ngantongin Rp 1 jeti untuk 2 scene di sinetron itu. Lumayan.

di kutip dari tulisan Achmad Suhendra
motorplus-online.com

24 mei 2007